KARAWANG, – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara berinisial AN yang menjabat selaku PNS di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang diduga melakukan pelanggaran. Ia kepergok berada di kediaman bawahannya berinisial AS Di perum selagedang blok D no 25. bersetatus Seorang janda sendirian pada Rabu malam, 15 Juni 2026 pukul 20.26 WIB.
Kronologi lengkap disampaikan langsung oleh saksi berinisial ,L.
Saya kan sering antar jemput Ibu AS tiap hari. Jemputnya di depan kantornya. Terus malam itu saya nganterin pulang ke rumahnya si AS," ujar L kepada awak media.
Belum sampai rumah, L sudah melihat kejanggalan.
Nah itu saya belum sampe ke rumahnya. Dari jalan saya lihat ada orang, oknum lagi di rumah si AS malam hari pada pukul 8.26," kata L.
Karena curiga, L bertanya ke AS.
Saya ngomong: _'Itu siapa? Ada orang masuk ke rumah kamu? Tanta ada orangnya berani gitu'_ kata saya ke AS," ujar L.
Sekitar 500 meter dari rumah, AS yang dibonceng saya minta turun.
Udah turun aja di sini kamu pulang" kata dia.*
Saya tanya: _'Kenapa turun di sini?'_
Dia jawab: _'Udah aja aku jalan aja, kamu pulang aja. Ada orang di rumah takut" jelas L.
Awalnya L pulang, namun karena curiga L lihat dari kejauhan.
"Udah dari situ saya pulang. Tapi saya curiga, saya lihat dulu. Ga langsung pulang. Dari kejauhan. Terus udah di situ AS masuk langsung gerbang rumahnya ditutup," ujar L.
Karena penasaran, L balik arah.
"Saya penasaran saya balik arah lihat ke rumahnya. Langsung ada orang. Ya itu oknum PNS saya lihat lagi tiduran di kursi di halaman rumah AS. *Saya lihat ada 1 unit motor plat merah di depan rumah AS," kata L.
L kemudian disuruh masuk oleh AN. Saat itu AS berada di dalam rumah.
Saya disuruh masuk sama si AN itu alias oknum. Saya masuk. Saya lihat AS sepertinya di dalam rumah lagi ganti pakaian karena lagi ditunggu oknum itu," ujar L.
Di situlah L mulai menginterogasi AN.
"Saya sempat ngobrol sama si oknum itu. Saya jebak dia. Kata saya: _'Pak ada apa di sini? Menetin wifi ya?'_ kata saya. Kata dia: _'Iya'_. Padahal mah bukan menerin wifi" tegas L.
Kebohongan AN semakin terbongkar saat ditanya lebih lanjut.
"Terus saya tanya lagi: _'Pak dari mana?'_ _'Saya dari Dahuan'_ kata dia.
Terus saya tanya lagi: _'Pak Dahuan nya mana?'_ _'Cikampek'_ kata dia. Saya pun sama dari Cikampek kata saya.
Terus dia itu seperti gelisah ditanya saya. Tuh makin mencurigakan kan.
Terus saya nanya lagi: _'Bapak kerja di mana?'_ Kara dia jawab: _'Di dinas A. Itu temen kerja'_ kata dia. _'Oh gitu'_ kata saya," jelas L.
Ga lama saya lihat si AS seorang janda kira kira umur 40 kurang lebih keluar dari rumah. Udah pakaian rapih. Diduga mau jalan sama si oknum itu. Karena ada saya dia minta kunci motor ke saya. Ga basa basi langsung berangkat. Nada marah. Sendirian bawa motor," kata L.
Setelah itu AN pamit dan menyusul.pske motor plat merah
"Terus si oknum itu pamit ke saya. Dia nurutin dari belakang ke si AS," ujar L.
Sekitar 30 menit kemudian, AS kembali lagi.
"Saya nunggu motor di luar rumah si AS. Jarak 30 menit saya lihat si AS datang lagi sendirian. Terus saya tanya: _'Ada apa si AS sebenarnya? Datang ke sini.'_ Dia jawab langsung: _'Itu mau ke aku'_ kata AS," ungkap L.
Sebelum pergi, AS berpesan ke L.
"Ga lama dia ngomong: _'Udah kamu anterin ya ke rumah kamu. Motor mau dipake aku.'_ Ya udah kalau gitu mah saya dianterin ke depan rumah aku. Dia pulang lagi. Ga tau dia langsung ke mana," pungkas L.
Atas kejadian tersebut, L mendesak BKPSDM dan Inspektorat Karawang segera menindak AN karena diduga melanggar PP 94 Tahun 2021 Pasal 5 dan Kode Etik PNS PP 42 Tahun 2004 Pasal 11
Selanjut nya pada MLM Minggu tgl 19 AN keluar dari kantor DLHK oknum PNS Dan As seorang janda berboncengan keluar dari kantor sekitar JM 10.30 MLM Hari di luar JM kerja diduga ada hal yng ga pantas
Kantor LH di buat maksiat oleh oknum PNS kepada kepala UPTD Uman harus bersikap tegas" harus di tindak lanjuti dengan pencemaran nama baik kantor ." Imnuh .nya
(Tim )

