
KARAWANG– Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari Kemendikdasmen dengan pagu Rp 2.320.810.000 di SMPIT Boarding School Quranuna Indonesia, Dusun Parakan, Kab. Karawang kini jadi sorotan publik.
Dari pantauan di lapangan, tahap awal pembangunan justru menyimpan sejumlah kejanggalan. Mulai dari dugaan ketidaksesuaian teknis pada pondasi dan struktur, hingga pengabaian standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan papan informasi proyek, dana APBN tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru, Ruang Perpustakaan, Ruang Lab TIK, dan Pagar Proyek ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan target waktu Minggu ke-2 Juni hingga akhir September 2026.
Pemasangan pondasi batu kali dan bekisting sloof dilakukan tanpa terlihat adanya tes kepadatan tanah dasar atau uji sondir. Padahal ini adalah syarat mutlak untuk memastikan daya dukung tanah.
Pembesian & Pengecoran Diragukan
Jarak begel dan ukuran pembesian pada kolom praktis belum jelas kesesuaiannya dengan gambar kerja. Proses pengecoran juga diduga berjalan tanpa pengawasan mutu yang ketat seperti slump test.
K3 Nol Besar di Lingkungan Sekolah Aktif
Area proyek tidak dipasangi pagar pembatas dan rambu K3. Material bangunan, kayu bekisting, hingga galon air minum berserakan. Lebih parah, pekerja terlihat tidak menggunakan APD seperti helm dan sepatu safety. Padahal lokasi proyek berdempetan dengan kegiatan belajar siswa
Warga dan pihak sekolah khawatir jika kelalaian sejak awal tidak segera dibenahi. Bangunan yang seharusnya bertahan puluhan tahun justru bisa bermasalah dalam waktu singkat.
"Kami mendukung penuh program pemerintah. Tapi jangan sampai dana Rp2,3 Miliar ini sia-sia karena mutu dikorbankan. Apalagi ini menyangkut keselamatan anak-anak kami," ujar salah satu wali murid.
Dinas Pendidikan Kab. Karawang & Tim Pengawas Kemendikdasmen agar segera melakukan sidak ke lokasi. Mengecek kesesuaian RAB, gambar kerja, dan mutu pekerjaan pondasi.
terhadap campuran beton, kualitas besi, dan batu pondasi oleh laboratorium tersertifikasi.
Transparansi P2SP untuk mempublikasikan laporan penggunaan anggaran dan progres fisik setiap 2 minggu sekali kepada sekolah dan komite.
Perbaikan K3 Mendesak dengan memasang pagar proyek, rambu keselamatan, dan mewajibkan APD bagi seluruh pekerja.
Masyarakat berharap proyek miliaran ini menjadi contoh keberhasilan, bukan menjadi catatan kelam karena abai terhadap standar teknis dan keselamatan.
(Lili Efendi )

