KARAWANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang malam itu tak menjadi alasan bagi Fras Satria Lesmana (29), seorang driver ojek online asal Johar yang kini tinggal di Sauyunan, untuk berhenti mencari nafkah. Di tengah jalanan basah dan dingin yang menusuk, ia tetap melaju, menembus gelap demi satu tujuan: mendapatkan orderan demi menyambung hidup. (Senin malam, 4 Mei 2026)
Bagi Fras menjadi driver ojek online bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjuangan harian yang penuh perjuangan dan kesabaran. Setiap tetes hujan yang jatuh adalah tantangan, namun juga harapan. Ia memahami betul bahwa justru di saat kondisi cuaca seperti itu, kebutuhan masyarakat akan transportasi meningkat.
Usai hujan mengguyur cukup lama, Fras akhirnya mendapatkan orderan di kawasan pertokoan Grand Taruma, Karawang. Dengan sigap, ia segera menuju titik penjemputan. Semangatnya tak surut, meski tubuhnya masih basah oleh hujan yang baru saja reda.
“Alhamdulillah, masih ada rezeki malam ini,” ujarnya singkat sambil bersiap menjemput penumpang.
Sesaat sebelum benar-benar beristirahat di rumah, ponselnya kembali berbunyi. Sebuah notifikasi masuk dari aplikasi GOKAR — Go Karawang, layanan ojek online lokal dengan tagline “dekat bersahabat”. Tanpa ragu, ia langsung menerima pesanan tersebut.
Dengan sopan, Fras mengonfirmasi kepada pelanggan, “Mohon ditunggu ya, saya menuju lokasi.” Etika dan komunikasi menjadi hal penting yang selalu ia jaga dalam setiap perjalanan.
Setibanya di lokasi, ia bertemu dengan seorang pria dewasa berpakaian rapi yang tampak baru saja menghadiri sebuah acara peresmian restoran terkemuka di kawasan Grand Taruma. Dengan ramah, Fras menyapa dan meminta maaf karena masih menggunakan jaket dari aplikasi lain serta belum mengenakan atribut resmi GOKAR.
“Mohon maaf, Pak, saya masih pakai jaket lain. Helm GOKAR juga belum ada, karena memang aplikasinya baru mau launching,” ucapnya jujur.
Perjalanan menuju salah satu perumahan di Jalan Baru Karawang itu pun menjadi ruang percakapan hangat. Di tengah perjalanan, Fras banyak bercerita tentang harapannya terhadap kehadiran GOKAR sebagai aplikasi ojek online lokal.
Ia berharap, kehadiran GOKAR dapat menjadi solusi baru bagi para driver di Karawang dan membuat sejahtera driver.
“Mudah-mudahan GOKAR ini bisa kasih dampak baik buat kami driver, lebih berpihak dan membantu ekonomi kami,” ungkapnya penuh harap.
Percakapan itu tidak hanya menjadi pengisi perjalanan, tetapi juga memperlihatkan sisi lain dari seorang driver ojol: bukan sekadar pengantar penumpang, tetapi juga manusia dengan mimpi dan harapan.
Sesampainya di tujuan, Fras sempat terkejut. Ia menerima uang lebih 3 kali dari tarif yang tertera di aplikasi, yang hanya sekitar Rp30 ribuan. Sebuah bentuk apresiasi yang tak terduga dari penumpangnya.
Dengan penuh rasa syukur, ia mengucapkan terima kasih berkali-kali sebelum kembali melanjutkan perjalanannya mencari orderan berikutnya.
“Terima kasih banyak, Pak. Sehat selalu,” ucapnya tulus.
Kisah Fras adalah potret kecil dari ribuan driver ojek online lainnya yang terus berjuang di tengah keterbatasan. Di balik helm dan jaket yang dikenakan, ada tanggung jawab, harapan, dan semangat yang tak pernah padam.
Di tengah derasnya hujan, Fras memilih tetap melaju. Karena baginya, setiap perjalanan bukan hanya tentang mengantar penumpang, tetapi juga tentang menjaga harapan tetap hidup.
(Lili Efendi )
