Disdikbud Karawang Gerak Cepat: Rehab Darurat SDN Cicinde Utara 2 Ditarget Rampung 2026 Usai Ambruk Saat Kenaikan Kelas

 

KARAWANG — Ambruknya satu ruang kelas di SDN Cicinde Utara 2, Desa Cicinde Utara, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mengubah skema anggaran. Rehabilitasi darurat ditargetkan rampung di tahun anggaran 2026 

Kronologi Ambruk Saat Kenaikan Kelas, Tak Ada Korban Jiwa

Peristiwa ambruk terjadi Kamis, 25/6/2026, bertepatan dengan kegiatan kenaikan kelas. Beruntung, pihak sekolah memastikan tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban jiwa.

Namun dampaknya cukup serius. Dari total ruang belajar yang tersedia, hanya 4 ruang yang masih bisa digunakan. Dua ruang lainnya tidak layak pakai, sehingga proses belajar mengajar harus disesuaikan dan menjadi kurang optimal.

SDN Cicinde Utara II merupakan SD Negeri dengan NPSN 49759 yang berlokasi di Dusun Dadut, Desa Cicinde Utara. Sekolah ini didirikan 1 Januari 1970 di atas lahan 2.088 m2.


Saat ini sekolah memiliki 110 siswa, terdiri dari 58 siswa laki-laki dan 52 siswa perempuan, dengan 7 guru pengajar. Status akreditasi B berdasarkan SK 1347/BAN-SM/SK/2021 tanggal 8 Desember 2021. Kepala Sekolah saat ini tercatat Nina Herlina.

Dari Luar Prioritas Jadi Darurat Nasional

Respons pemerintah daerah terbilang cepat. Sehari setelah kejadian, Jumat 26/6/2026, Kepala Disdikbud Karawang Drs. H. Wawan Setiawan Natakusumah, M.M., turun langsung ke lokasi. Turut hadir Forkopimcam Banyusari, Korwil Cabang Dinas Pendidikan Kec. Banyusari, para Kepsek, Pemdes Cicinde Utara, Komite Sekolah, Babinsa, dan masyarakat.

Wawan mengakui bangunan yang ambruk sebelumnya tidak masuk daftar prioritas pembangunan. “Disdikbud telah memiliki kajian kondisi bangunan sekolah di setiap kecamatan. Namun, keterbatasan anggaran membuat rehabilitasi harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas,” jelasnya.

Ia menyebut insiden ini sebagai “kondisi darurat yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya”. Sikap cepat diambil Bupati Karawang dengan menggeser program yang masih memungkinkan.

Pak Bupati langsung mengambil sikap. Program yang masih memungkinkan akan digeser agar penanganan bangunan yang roboh ini menjadi prioritas,” ujar Wawan.

Ia memastikan rehab tetap dilaksanakan pada 2026. “Yang pasti akan kita selesaikan pada tahun ini. Saat ini proses gambar dan administrasi sedang dipersiapkan karena ini merupakan kondisi di luar perencanaan sebelumnya,” tegasnya

Kepala SDN Cicinde Utara 2, Heri Suheri, S.Pd., mengapresiasi langkah Disdikbud yang langsung koordinasi sejak malam kejadian. “Hanya dalam waktu satu hari jajaran Disdikbud telah hadir. Rehabilitasi ini direncanakan direalisasikan pada tahun ini karena bersifat darurat dan mendesak,” ungkap Heri.

Ketua Komite SDN Cicinde Utara 2, Sukanta, S.E., mendorong pemerintah tidak hanya memperbaiki bagian yang ambruk. Kami berharap pemerintah segera melakukan pembangunan kembali. Kalau memang diperlukan pemeriksaan teknis terhadap seluruh bangunan, tentu kami mendukung agar hasilnya benar-benar menjamin keselamatan siswa,” katanya.

Perwakilan Pemdes Cicinde Utara menyatakan dukungan penuh dan siap bersinergi untuk kelancaran rehab.

Kasus ini masuk dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen 2026. Pemerintah pusat memberikan atensi khusus pada sekolah terdampak bencana dan rusak berat

Di Karawang, data 2026 mencatat ada 852 SD Negeri. Kecamatan Banyusari sendiri memiliki 650 peserta didik.

Insiden ini mengingatkan pada kasus serupa Februari 2026, saat atap SDN Jomin Barat III Kec. Kota Baru ambruk karena bangunan lapuk. Wakil Bupati saat itu menyoroti banyak sekolah ambruk era pembangunan 2012 akibat pengerjaan asal-asalan.


(Lili Efendi )

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال